Resmi Dilantik, BP4 Sulteng Siap Perkuat Layanan Konsultasi Keluarga
Palu – Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng dalam rangkaian kegiatan di Hotel Santika Palu, Sulawesi Tenggara, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang di laksanakan di Hotel Santika Palu ini dihadiri oleh Sekretaris BP4 Pusat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Rektor UIN, pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan lintas agama, pejabat administrator Kanwil Kemenag Sulteng, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sulteng, para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, Ketua BP4 Provinsi Sulteng, kepala madrasah, pengawas, pimpinan pondok pesantren Madinatul Ilmi Dolo, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama juga menegaskan pentingnya peran BP4 sebagai mitra strategis Kemenag dalam membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi bangsa. Pelantikan pengurus BP4 diharapkan dapat memperkuat peran tersebut di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulteng dalam arahannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Menteri Agama di Kota Palu. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis yang diyakini membawa manfaat besar bagi penguatan kelembagaan dan SDM Kemenag di Sulteng.
“Kehadiran Bapak Menteri Agama menjadi pemantik energi positif yang menghidupkan kembali semangat pengabdian, memperkuat loyalitas, serta meningkatkan kebanggaan sebagai bagian dari Kementerian Agama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya tingkat keragaman di Sulteng, baik dari sisi agama, suku, budaya, maupun adat istiadat. Meski demikian, kondisi kerukunan umat beragama di daerah ini tetap terjaga dengan baik.
“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara Kemenag, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan program pembangunan daerah bertajuk “Sulteng Nambaso” yang diusung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dengan semangat “BERANI” (Bersinergi, Responsif, Adaptif, Nasionalis, dan Inovatif), yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kehidupan sosial dan kerukunan masyarakat.
Kakanwil menegaskan, kehadiran Menteri Agama merupakan amanah yang harus direspons dengan kerja nyata, dedikasi tinggi, dan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat dan bangsa.
“Dengan pembinaan langsung dari Bapak Menteri, kami optimistis Kemenag Sulteng akan semakin maju, profesional, dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.
Berita ini dilansir dari website Kemenag Sulteng.
