Hadapi Disrupsi, BP4 Dorong Penguatan Fondasi Keluarga
Text content
Karawang– Tantangan era disrupsi yang kian kompleks menuntut penguatan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia. Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Karawang menggelar Seminar Pelestarian Perkawinan dan Ketahanan Keluarga di Era Disrupsi beberapa waktu lalu (2025), di Aula Husni Hamid, Karawang.
Sebanyak 200 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri atas pengurus TP-PKK kabupaten dan kecamatan, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh BP4, serta unsur terkait lainnya yang selama ini berperan langsung dalam pembinaan keluarga di tingkat akar rumput.
Ketua BP4 Pusat, Dra. Hj. Helmi Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa perubahan sosial dan kemajuan teknologi harus disikapi secara bijak oleh keluarga. Menurutnya, keluarga tidak boleh tercerabut dari nilai, meskipun hidup di tengah arus digital yang cepat dan masif.
Ia menyampaikan tiga penguatan utama yang perlu dilakukan bersama. Pertama, membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga dengan menyediakan waktu berkualitas tanpa gangguan gawai. Kedua, menjadikan ruang digital sebagai sarana edukasi dan kemaslahatan, bukan sumber konflik. Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas lembaga agar pembinaan keluarga dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis.
“Ketahanan keluarga tidak bisa dibangun sendiri. Perlu kerja bersama antara PKK, KUA, penyuluh, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, yang mewakili Bupati Karawang, menyampaikan bahwa keluarga merupakan titik awal pembentukan karakter generasi masa depan. Karena itu, sinergi TP-PKK dan BP4 dinilai sangat strategis dalam menjawab persoalan sosial yang dihadapi keluarga saat ini.
Ridwan Salam mengungkapkan bahwa tantangan seperti kesiapan perkawinan, tekanan ekonomi keluarga, dan tingginya potensi konflik rumah tangga perlu diantisipasi melalui pendekatan edukatif dan preventif. Penguatan ketahanan keluarga, menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing.
“Upaya peningkatan kualitas keluarga, penguatan kesiapan perkawinan, hingga pencegahan perceraian harus menjadi agenda bersama. Keluarga yang kokoh akan melahirkan generasi yang kuat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan komitmennya untuk terus mendukung program-program TP-PKK dan BP4, khususnya dalam penyuluhan perkawinan, pendampingan keluarga, dan penguatan peran keluarga sebagai pilar pembangunan sosial.
Melalui seminar ini, para peserta diharapkan memperoleh perspektif dan strategi baru dalam memperkuat ketahanan keluarga, sekaligus mampu mengimplementasikannya di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari ikhtiar membangun masyarakat Karawang yang tangguh di era disrupsi. (bieb)
