Rakernas BP4 2026 Soroti Krisis Keluarga, Tekankan Pentingnya Ketahanan Rumah Tangga
Rapat Kerja Nasional Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (Rakernas BP4) Pusat digelar di Hotel Redtop, Jakarta pada Rabu-Jumat (11-13/2/2026) dengan mengusung tema “Keluarga Kuat, Indonesia Hebat”. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia dan diikuti oleh perwakilan BP4 dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum BP4 Pusat yang juga Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menyoroti fenomena sosial yang semakin memprihatinkan. “Saat ini terjadi pergeseran nilai, penundaan perkawinan tidak lagi dianggap sebagai aib. Dulu orang tua malu jika anak perempuannya belum menikah di usia tertentu, sekarang justru banyak yang sengaja menunda dan kurang motivasi untuk menikah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan tingginya angka perceraian serta meningkatnya praktik perkawinan tidak tercatat. “Sekitar 34 persen pasangan bercerai setiap tahun. Dalam tiga tahun terakhir, perkawinan di bawah tangan bahkan sampai pada perzinaan juga meningkat,” tegasnya.
Fenomena lain yang disoroti adalah keengganan memiliki anak lebih dari satu. Menurutnya, banyak pasangan merasa memiliki anak itu merepotkan sehingga memilih membatasi keturunan. “Ini semua menjadi tantangan besar bagi BP4 dan juga merupakan fenomena global di negara-negara muslim,” katanya.
Ketua Umum menambahkan, penguatan keluarga harus berbasis riset dan data. “Diperlukan penelitian, analisis, serta kerja sama dengan BPS agar kita melek statistik. Tidak ada negara ideal tanpa didukung keluarga yang ideal, karena lebih dari separuh ayat Al-Qur’an berbicara tentang hukum keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris BP4 DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, S.Ag., M.A., menegaskan komitmen pihaknya. “Kami merasa harus lebih keras berkontribusi untuk membangun peradaban berbasis keluarga sebagai fondasi bangsa,” pungkasnya.
