Menikah: Pilihan atau Kewajiban? Begini Pandangan Islam
Di kalangan anak muda kosmopolitan, pertanyaan soal pernikahan sering muncul: sebenarnya menikah itu “pilihan” atau “kewajiban”? Kalau tidak menikah, apakah dosa?
Di kalangan anak muda kosmopolitan, pertanyaan soal pernikahan sering muncul: sebenarnya menikah itu “pilihan” atau “kewajiban”? Kalau tidak menikah, apakah dosa?
Ada petatah-petitih tentang pentingnya menjaga dan mengendalikan lidah, semisal “mulutmu harimaumu”. Ungkapan tersebut merupakan nasehat tentang pentingnya berkomunikasi yang baik dalam pergaulan antarsesama, termasuk pasangan suami isteri (pasutri), agar tidak menjadi malapetaka.
Salah satu persoalan yang rumit bagi wanita adalah persoalan tentang haid/menstruasi. Wanita yang sedang menstruasi harus benar-benar berhati-hati dalam menentukan darahnya, sebab bisa jadi darah […]
Media sosial hari ini bukan lagi sekadar ruang berbagi kabar antar teman. Ia telah menjelma menjadi panggung eksistensi publik. Apa yang kita tampilkan di dunia […]
Peradaban di jazirah Arab sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW mengalami titik kelam. Mulai persoalan akidah hingga urusan mu’amalah. Beberapa contoh tindakan yang tidak beradab seperti […]
Sering kita mendengar ungkapan klasik dari dunia filsafat Latin, Mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ungkapan ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah kebenaran yang telah diakui lintas zaman.
Di masa pensiun, ketika ambisi duniawi mereda, justru terbuka ruang untuk kembali kepada diri sejati, siapa kita, untuk apa kita hidup, dan ke mana kita akan kembali.
Kesetaraan gender dalam Islam seringkali menjadi perbincangan yang tidak pernah selesai. Di satu sisi, Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam menghadirkan prinsip-prinsip yang sangat kuat tentang keadilan dan kesetaraan.
“Mengapa banyak orang rajin sholat, tetapi korupsi tetap berjalan? Mengapa ibadah tampak subur, tetapi akhlak tak ikut tumbuh?” Pertanyaan itu sederhana, tetapi menghunjam kesadaran kita bersama.
Dalam Islam, keluarga bukan sekedar tempat tinggal, tetapi ruang tumbuhnya iman, akhlak, dan peradaban kecil yang akan membentuk masa depan anak-anak.